Kawasan Nibung yang dulunya bandar mobil dan tempat karaoke kini mulai diramaikan spot kuliner. Salah satunya Dapur Lina yang menurut kabarnya dikelola oleh salah satu kerabat RM Bintang.
Saya sebenarnya tau Dapur Lina ini beberapa taon sebelum mereka membuka tempat usaha. Dulunya Dapur Lina lebih dikenal akan catering servicenya, terutama Nasi Tumpeng yang affordable dan citarasanya ga diragukan.
Sebagai rumah makan yang baru establish, menu-menu disini boleh dibilang kategorinya belum termasuk banyak, hence the long history of RM Bintang and experience running F&B business.
Tempatnya rapi dan bersih, ber AC walau tak dingin, tapi setidaknya tidak gerah. Pelayan juga berseragam dan bertutur kata yang baik.
Hidangan tersedia di bagian luar, mirip jualan nasi padang. Dari luar sih tampak menggiurkan dan pengen aja rasanya memesan semuanya, tapi apa daya cuman bertiga yang makan saat itu.
Kita mesennya nasi sayur doank pake lauk yang dapat dipilih, dari ayam goreng, ayam rendang, telur dadar, mata sapi, ikan goreng, dll.




Menurut teman yang udah pernah makan, harusnya mesen bawal steam, karena merupakan menu andalan, menu yang serupa dengan RM Bintang. Sayangnya perut kami pas-pasan siang itu.
Harga makanan disini termasuk standar, sedikit diatas rumah makan pada umumnya yang menyajikan nasi sayur + hidangan. Untuk nasi lemak dan sayur polos harganya kalo ga salah 13rb, lauk ayam 15rb jadi total 28rb. Harga yang sedikit lebih tinggi itu tentunya dibarengi dengan suasana makan yang lebih nyaman dan servis yang lebih baik.
Perhaps untuk kunjungan berikutnya, kami akan coba steam bawalnya.
